Monday, 26 December 2016
NASIHAT NABI KHIDIR UNTUK NABI MUSA.
Nabi Musa AS berkata kepada Nabi Khidir,
"Berilah aku nasihat."
Maka Nabk Khidir pun memberi nasihat;
1. Jadilah orang yang banyak senyum dan jangan jadi orang yang banyak marah.
2. Jadilah orang yang banyak manfaat bagi sesama, dan jangan jadi orang yang banyak mudharatnya.
3. Jauhilah sikap keras hati dalam berdiskusi.
4. Jangan berjalan tanpa keperluan.
5. Jangan tertawa tanpa sesuatu yang benar-benar mengagumkan.
6. Jangan memperolok-olok orang yang bersalah atas kesalahan mereka, tetapi menangislah atas kesalahan kamu sendiri.
Dikutip dari kitab At-Taubah, Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali
Kata2 Syeikh Abdullah Bin Bayyah
Syeikh Abdullah Bin Bayyah:
"Sesiapa yang mahu menegakkan agama dengan cara perang, maka dia telah tersesat jalan. Begitu juga sesiapa yang mahu mencapai matlamat duniawi dengan jalan peperangan, maka dia pasti akan rugi,"
"Sesiapa yang mahu menegakkan agama dengan cara perang, maka dia telah tersesat jalan. Begitu juga sesiapa yang mahu mencapai matlamat duniawi dengan jalan peperangan, maka dia pasti akan rugi,"
Belajar Zaman Dulu VS Zaman Sekarang
✒️Zaman Dulu, sanggup tak tidur sebab menuntut ilmu.
Zaman Sekarang, sanggup tak belajar kerana banyak tidur.
✒️Zaman Dulu, sanggup berjalan jauh demi ilmu.
Zaman Sekarang, belajar jauh-jauh sebab nak berjalan-jalan.
✒️Zaman Dulu, masalah fiqh ditanya kpd Ulama'.
Zaman Sekarang, masalah fiqh dibincang dan didebat dlm group whatsApp.
✒️Zaman Dulu, takut nak keluarkan fatwa.
Zaman Sekarang, semua orang mengaku jadi mufti dan sesuka hati menghukum orang dan mengeluarkan fatwa.
✒️Zaman Dulu, belajar 20 tahun masih berasa jahil.
Zaman Sekarang, belajar 2 jam dalam encik google dah mengaku alim.
✒️Zaman Dulu, belajar sebab nak mengenal Allah.
Zaman Sekarang, belajar sebab nak dikenali dan dipuji orang.
✒️Zaman Dulu, Tok Guru masuk kelas tanpa bawa kitab kerana alimnya,
Zaman Sekarang, anak murid yang tak bawa buku sebab malasnya.
Sekadar Muhasabah.🍃🍂
Sebar²kan, agar yang lain turut mendapat faedah. 🍃🍂
Thursday, 22 December 2016
Pentingnya belajar terhadap para guru dengan membawa pena dan buku

- Dari Hbb. Abdurrahman al-Habsyi -
أهمية التعلم عند المشايخ بحمل القلم و الدفتر
pentingnya belajar terhadap para guru dengan membawa pena dan buku
لا يكفي التعلم بالقراءة فقد فإن أول ما نزل من القرآن قوله تعالى اقرأ باسم ربك الذي خلق، خلق الإنسان من علق، اقرأ و ربك الأكرم، الذي علم بالقلم، علم الإنسان ما لم يعلم
tidak cukup belajar itu hanya dengan membaca saja, sesungguhnya pertama yang diturunkan dalam Alqur-an adalah firman Allah (bacalah dengan nama tuhamnu yang telah menciptakan, menciptakan manusia dari gumpalan darah, bacalah dan tuhanmu maha mulia, yang mengajarkan dengan pena, mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya)
فانظر أيها الإخوان ما وقف المولى عز و جل في قوله اقرأ بل إنه يقول لك الذي علم بالقلم، و النتيجة التي حصلتها بالكتابة هي علم الإنسان ما لم يعلم
maka perhatikanlah wahai saudaraku, bahwa Allah swt tidak berhenti dalam kalimat bacalah, akan tetapi Allah swt mengatakan yang telah mengajarkan dengan pena, dan hasil yang engkau raih dari tulisan adalah, dialah Allah yang mengajarkan manusia apa yang tidak diketahui
قال الإمام مالك بن أنس رضي الله عنه :
العلم صيد و الكتابة قيده # قيد صيودك بالحبال الواثقة
فمن الحماقة أن تصيد غزالة # و تفكها بين الخلايق طالقة
berkata Al-imam malik bin anas r.a
ilmu bagaikan binatang buruan dan tulisan adalah pengikatnya # ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat
karna dari kedunguan adalah engkau memburu rusa # dan engakau lepaskan buruan tersebut dimuka umum
قال بعض العلماء
كل ما حفظ فر و كل ما كتب قر
berkata sebagian ulama
setiap yang dihafal terluapakan dan setiap yang ditulis tetap adanya
اكتب كل ما تسمع و احفظ كل ما تكتب و ارو كل ما تحفظ
tulislah apa yang kau dengar, hafalkanlah apa yang kau tulis dan riwayatkanlah apa yang kau hafal
Wednesday, 21 December 2016
RAHASIA DZIKIR UNTUK MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH
Ibn ‘Abbas r.a. menuturkan, “Ketika Allah Swt. menciptakan ‘Arasy, maka Allah memerintahkan para malaikat pemikul ‘Arasy agar memikul ‘Arasy tersebut. Lalu mereka merasa berat memikulnya, maka Allah Swt. berfirman, ‘Bacalah, ‘subhân allâh.’ Para malaikat itu pun membaca, ‘subhân allâh,’ hingga mereka merasa ringan memiku l ‘Arasy.
Malaikat-malaikat itu terus membaca subhân allâh sepanjang masa, sampai Allah SWT menciptakan Nabi Adam. Ketika Nabi Adam bersin, maka Allah SWT. mengilhamkan kepadanya agar membaca al-hamdu li-allâh. Maka, Allah Swt. berfirman, ‘Yarhamuka Rabbuka (semoga Tuhanmu merahmatimu). Karena itulah, Aku mciptakanmu, wahai Adam.’ Para malaikat berkata, ‘Ini adalah kalimat ke dua yang agung, kami tidak boleh melupakan kalimat ini.
Mereka menyambungkan kalimat tersebut dengan kalimat pertama. Sehingga sepanjang masa malaikat mengucapkan, ‘Subhân allâh wal hamdu li-allâh.’
Malaikat-malaikat terus membaca kalimat tersebut sampai Allah mengutus Nabi Nuh a.s. Dalam sejarah disebutkan bahwa kaum Nabi Nuh adalah orang pertama yang menjadikan berhala sebagai sesembahan. Lalu Allah Swt. mewahyukan kepada Nabi Nuh agar ia menyuruh kaumnya untuk mengatakan, ‘lâ ilaha illa allâh,’ hingga Allah meridai mereka. Malaikat berkata, ‘Ini adalah kalimat ketiga yang akan kami gabungkan dengan dua kalimat sebelumnya.’
Mereka pun mulai mengatakan Subhân allâh wal hamdu li-allâh wala ilaha illa allâh. Kalimat ini terus diucapkan oleh para malaikat sepanjang masa, sampai Allah SWT mengutus Nabi Ibrahim a.s. Allah Swt. memerintahkan agar Nabi Ibrahim mengurbankan anak kesayangannya, Isma‘il.
Kemudian Allah menggantinya dengan seekor domba. Ketika Ibrahim melihat domba itu, maka ia berkata, ‘Allâhu Akbar,’ sebagai luapan kegembiraannya.
Malaikat berkata, ‘Ini adalah kalimat keempat yang agung. Kami akan menggabungkannya dengan tiga kalimat sebelumnya.’
Akhirnya, para malaikat itu mulai mengucapkan, ‘Subhân allâh wal hamdu li-allâh wala ilaha illa allâh wa Allâhu Akbar.’ Waktu malaikat Jibril menceritakan hal ini kepada Rasulullah saw., maka karena kekagumannya, beliau berkata, ‘Lâ hawla wala quwwata illa billah al-‘alî al-‘azhîm.’ Maka, Jibril berkata, ‘Ini adalah kalimat penutup dari empat kalimat sebelumnya.’”
Abu Hurairah r.a. juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Siapa bertasbih kepada Allah 33 kali setiap kali selesai salat; bertahmid kepada Allah sebanyak 33 kali; dan bertakbir kepada Allah 33 kali; maka, totalnya 99 kali. Kemudian ia menggenapkannya menjadi 100 dengan bacaaan ‘Lâ ilaha illâ Allâh wahdahu lâ syarîka lah lahu al-mulku wa lahu al-hamdu wa huwa ‘ala kulli syay’in qadîr. Maka, Allah akan mengampuni semua kesalahan-kesalahannya, meskipun sebanyak buih lautan.” (HR Bukhari dan Muslim).
Diriwayatkan pula bahwa Nabi Musa a.s. mengatakan, “Wahai Tuhanku, bagaimana saya dapat membedakan antara orang yang Engkau cintai dengan orang yang Engkau benci?’ Allah SWT menjawab, ‘Hai Musa, sesungguhnya jika Aku mencintai seorang hamba, maka Aku akan menjadikan dua tanda kepadanya.’ Musa bertanya, ‘Wahai Tuhanku, apa kedua tanda itu?’
Allah SWT menjawab, ‘Aku akan mengilhamkan kepadanya agar ia berzikir kepada-Ku agar Aku dapat menyebutnya di kerajaan langit dan Aku akan menahannya dari lautan murka-Ku agar ia tidak terjerumus ke dalam azab dan siksa–Ku. Hai Musa, jika Aku membenci seorang hamba, maka Aku akan menjadikan dua tanda kepadanya.’ Musa bertanya, ‘Wahai Tuhanku, apa kedua tanda itu?’ Allah SWT menjawab, ‘Aku akan melupakannya berzikir kepada-Ku dan Aku akan melepaskan ikatan antara dirinya dan jiwanya, agar ia terjerumus ke dalam lautan murka-Ku sehingga ia merasakan siksa-Ku.’”
---Syekh 'Abd al-Hamid Anquri dalam Munyah al-Wâ‘ìzhîn wa Ghunyah al-Muta‘azhzhîn
Celakalah orang yang hidup di dunia sedangkan imamnya dia adalah hawa nafsunya
Celakalah orang yang hidup di dunia sedangkan imamnya dia adalah hawa nafsunya.
Celakalah orang yang hidup di dunia sedangkan imamnya dia adalah orang yang suka bermaksiat.
Semua perlu kita perbaiki, semua perlu kita ubah menuju kebaikan.
Sesungguhnya cahaya apabila masuk ke dalam hati seseorang maka hati tersebut akan diberi kelapangan oleh Allah Subhanahuwata'ala
Hati siapakah yang bercahaya itu ?
Yaitu hati yang menjauhkan diri dari segala macam hal keduniaan. Maka hati tersebut akan dijauhkan dari fitnah-fitnah dunia.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda :
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
”Setiap dari kalian adalah pemimpin, dan tiap-tiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya.” ( HR. Bukhari )
وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا ، وَإِنْ أَتَانِى يَمْشِى أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً .
Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari dan Muslim).
-- Petikan Tausiyah Al 'Allamah Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, Haul Syaikh Abu Bakar bin Salim, Cidodol, Jakarta Selatan, Indonesia, 30/10/2016
Andaikan
Andaikan,
Dunia hanya sebuah buku,
Tiap persitiwa kalimatnya,
Andaikan,
Setiap cinta dan cerita, Hanya halaman yg dibaca.
Hidupku semua terlalu sederhana.
Andaikan,
Setiap amal setiap dosa,
Segala sesuatu tertulis,
Andaikan,
Setiap nafas, setiap langkah,
Pemandangan sdh terlukis.
Hidupku semua terlalu sederhana.
Andaikan,
Diriku hanyalah pembaca,
Menyaksikan kata kata.
Tetap heran, menanti,
Apa lagi bakal terjadi.
Hidupku semua terlalu sederhana.
Bacalah bukumu, nikmati rasamu, syukuri ceritamu
NUKILAN dari PENDOSA
PENUHILAH HATIMU DENGAN CINTA (PADA ALLAH SWT DAN RASULULLAH SAW) & ZIKIR
Ketika hatimu yang kering dan rapuh, maka siramilahlah dengan ketaatan dan dzikrullah. Rasulullah SAW bersabda, "Hendaklah lidahmu basah dengan mengingati Allah." (HR At-Tirmidzi).
Jika hati telah diisi dengan rasa cinta kepada Allah dan selalu berzikir kepada Allah swt, maka ia akan menyedari bahawa Allah akan selalu melihat dan mengawasinya. Keadaan dan kesedaran semacam ini akan membantu kita untuk selalu taat kepada-Nya dan membuat kita takut bermaksiat kepada-Nya.
Haris Al-Muhasibi mengatakan:
"Di antara sebaik-baik ibadah adalah hati yang diisi rasa cinta pada ketaatan. Jika hatimu telah dilimpahi perasaan itu, maka anggota badan akan beramal sesuai dengan apa yang dilihatnya dalam hati. Sebab, boleh jadi anggota badan sibuk beribadah, sedangkan hati diam menganggur."
Seseorang bertanya, "Lalu bagaimana bentuk ibadah hati di luar anggota badan? Dan, bagaimana ibadah yang dilakukan hati akan mengalir menuju anggota badan?"
Beliau menjawab, "Yakni ketika hati menjadi wadah (bekas) bagi kerisauan, kegalauan dan kesedihan, rasa lemah dan sangat memerlukan, penyesalan, dan keterdesakan menuju Allah, sikap tulus kepada-Nya, dan cinta pada apa yang Allah cintai, serta benci pada apa yang Allah benci.
Jika dia menyikapi Allah dalam keadaan hati semacam ini, anggota badan akan ikut bergerak dan bangkit untuk melakukan ketaatan. Keadaan seperti ini akan terwujud jika relung hati telah diisi dengan zikir kepada Allah."
--- Disarikan dari Syarah Kitab Tajul-'Arus Syekh Ibnu Atha'illah, oleh Syekh Muhammad Najdat.
Jika hati telah diisi dengan rasa cinta kepada Allah dan selalu berzikir kepada Allah swt, maka ia akan menyedari bahawa Allah akan selalu melihat dan mengawasinya. Keadaan dan kesedaran semacam ini akan membantu kita untuk selalu taat kepada-Nya dan membuat kita takut bermaksiat kepada-Nya.
Haris Al-Muhasibi mengatakan:
"Di antara sebaik-baik ibadah adalah hati yang diisi rasa cinta pada ketaatan. Jika hatimu telah dilimpahi perasaan itu, maka anggota badan akan beramal sesuai dengan apa yang dilihatnya dalam hati. Sebab, boleh jadi anggota badan sibuk beribadah, sedangkan hati diam menganggur."
Seseorang bertanya, "Lalu bagaimana bentuk ibadah hati di luar anggota badan? Dan, bagaimana ibadah yang dilakukan hati akan mengalir menuju anggota badan?"
Beliau menjawab, "Yakni ketika hati menjadi wadah (bekas) bagi kerisauan, kegalauan dan kesedihan, rasa lemah dan sangat memerlukan, penyesalan, dan keterdesakan menuju Allah, sikap tulus kepada-Nya, dan cinta pada apa yang Allah cintai, serta benci pada apa yang Allah benci.
Jika dia menyikapi Allah dalam keadaan hati semacam ini, anggota badan akan ikut bergerak dan bangkit untuk melakukan ketaatan. Keadaan seperti ini akan terwujud jika relung hati telah diisi dengan zikir kepada Allah."
--- Disarikan dari Syarah Kitab Tajul-'Arus Syekh Ibnu Atha'illah, oleh Syekh Muhammad Najdat.
❣ *_Taussiyah Cinta_* ❣
Suatu saat Rasulullah sedang duduk bersama isteri baginda iaitu Saidatina Aishah , sedang rasulAllah duduk lalu rasulAllah mengangkat kedua belah tangannya dan berdoa
" YaAllah ampunilah dosa Aishah , dosa yang lalu dan dosa yang akan datang , dosa yang zahir dan dosa yang batin , dosa yang sengaja dan juga tidak sengaja "
Saidatina Aishah yang mengdengar doa RasulAllah sangat gembira . Kerana terlalu gembira saidatina aishah senyum sendirian , dan berpusing-pusing di dalam rumahnya kerana hatinya gembira mendengar doa Rasulullah .
Rasulullah menjadi hairan dengan tingkah lalu saidatina aishah yang kelihatan sangat gembira lalu Rasulullah bertanya pada saidatina Aishah
" Ya Aishah , Ya Humaira kenapa engkau kelihatan begitu gembira yang luar biasa ?"
Lalu Saidatina Aishah menjawab dengan tersenyum
" Wahai Rasulullah , aku mendengar doa mu untukku dan doa mu itu doa yang luar biasa doa yang pasti Allah kabulkan "
Kemudian Rasulullah yang mendengar jawapan saidatina aishah tersenyum kemudian berkata
" Ya Aishah , Ya Humaira ketahui la doa yang aku doakan untuk mu itu adalah doa yang sama aku doakan untuk ummatku . Disetiap malam disetiap sujudku aku mendoakan dengan doa yang sama tadi itu untuk ummatku " .
Sahabatku , sepatutnya kita yang lebih gembira yang lebih bersyukur dengan doanya Baginda Nabi Muhammad Saw. Semoga dengan sedikit kisah ini kita boleh membalas jasa rasulullah .
Bagaimana nak balas jasa RasulAllah ? Tidak perlu kita berperang cukupla dengan berselawat ke atas baginda Nabi Muhammad saw 😔💕
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
- [ Habib Ali Zaenal abidin Al Kaff ]
" YaAllah ampunilah dosa Aishah , dosa yang lalu dan dosa yang akan datang , dosa yang zahir dan dosa yang batin , dosa yang sengaja dan juga tidak sengaja "
Saidatina Aishah yang mengdengar doa RasulAllah sangat gembira . Kerana terlalu gembira saidatina aishah senyum sendirian , dan berpusing-pusing di dalam rumahnya kerana hatinya gembira mendengar doa Rasulullah .
Rasulullah menjadi hairan dengan tingkah lalu saidatina aishah yang kelihatan sangat gembira lalu Rasulullah bertanya pada saidatina Aishah
" Ya Aishah , Ya Humaira kenapa engkau kelihatan begitu gembira yang luar biasa ?"
Lalu Saidatina Aishah menjawab dengan tersenyum
" Wahai Rasulullah , aku mendengar doa mu untukku dan doa mu itu doa yang luar biasa doa yang pasti Allah kabulkan "
Kemudian Rasulullah yang mendengar jawapan saidatina aishah tersenyum kemudian berkata
" Ya Aishah , Ya Humaira ketahui la doa yang aku doakan untuk mu itu adalah doa yang sama aku doakan untuk ummatku . Disetiap malam disetiap sujudku aku mendoakan dengan doa yang sama tadi itu untuk ummatku " .
Sahabatku , sepatutnya kita yang lebih gembira yang lebih bersyukur dengan doanya Baginda Nabi Muhammad Saw. Semoga dengan sedikit kisah ini kita boleh membalas jasa rasulullah .
Bagaimana nak balas jasa RasulAllah ? Tidak perlu kita berperang cukupla dengan berselawat ke atas baginda Nabi Muhammad saw 😔💕
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
- [ Habib Ali Zaenal abidin Al Kaff ]
Subscribe to:
Comments (Atom)





